"aku tidak mengerti." katanya
"tidak mengerti bagaimana?" tanyaku.
"aku mengenalmu, tapi aku tidak mengerti segalanya tentangmu. lantas bagaimana aku bisa menerima semua proses ini?"
aku tersenyum, sedikit bisa menebak apa yang dia mau. meyakinkannya.
"apa yang ada di pikiran kita sama. hanya saja kita menganalogikannya berbeda." kataku
"maksudnya?"
"kamu menganalogikan bahwa aku seperti baju besi yang tak tertembus. kaku, misterius, tak terpatahkan.padahal sebenarnya di dalamnya masih ada manusia yang terjebak dan bisa saja kamu ialah pedang yang bisa menembus baju besi itu begitu saja dan mengeluarkan manusia di dalamnya"
dia terdiam, mungkin masih mencoba mengambil kesimpulan.
"intinya, persepsimu yang mempersulit dan yang bisa menolongmu ialah dirimu sendiri."
"baiklah, biarkan aku mengubahnya. lalu boleh aku tahu apa analogimu?" katanya
lagi-lagi aku tersenyum, sekaligus mencari apa yang bisa aku jadikan analogi.
"kamu itu seperti ini." kataku seraya menyodorkan satu gambar di salah satu majalah yang kebetulan ada.
"mawar biru yang indah tapi misterius. misterius tapi indah. tapi semakin aku lihat, memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa aku temukan. terlihat beku, begitu dalam tapi sebenarnya semakin dalam kutelusuri justru rasanya semakin hangat, semakin terbuka. ada yang berkata bahwa mawar ini ialah simbol ketidakmungkinan. tapi satu-satunya ketidakmungkinan yang ada ialah bahwa aku tidak dapat terpesona pada bunga ini."
aku menerka bagaimana reaksinya, penasaran sungguh. tapi apa daya aku belum bisa melihatnya.
"jadi bagaimana, ukhti?"
"asal kamu mau menyediakan satu buket mawar biru pada hari itu. karena disini dikatakan bahwa mawar biru sangat pas untuk orang yang benar-benar mencintai begitu dalam dan tulus."
![]() |
| aku juga mau ini :3 |
ditulis setelah mendapat inspirasi dari mendengar kata 'mawar biru'

4 comments:
akhir akhir iki tulisanmu galau kabeh mbak bro.
ngebet yo ? ahahaha.
ini kreasiku, apa kreasimu? aku udah tau kamu pasti ngomen ini. -..-
wahaha, tamu yang diharapkan nih. #emanegakdikasihjajan
kreasiku akeh, mampiro dewe nang blogku, selagi juga memperluas sayap gawe berkreasi.
mengharapkan pergi sih iya.
wani piro gawe mampir nang blogmu?
Post a Comment