bismillah...
saat itu hujan gerimis dan disana ramai sekali. lalu aku juga masih mondar-mandir, sibuk berbelanja ini itu, menawar barang yang akan kubeli bersama Mama. hari itu aku sedang berada di Jogjakarta, di Malioboro lebih tepatnya.
"mbak, Mama kesana sebentar." kata mamaku. aku mengiyakan.
lalu tiba-tiba saat itulah mataku menumpu kepada seseorang yang tidak aku kenal. seorang akhwat yang sepertinya juga anak kuliahan. entah kenapa dia begitu menarik dan satu kata di otakku saat itu, cantik.
aku bingung sendiri. sebentar, kenapa aku jadi peduli dengan dia? dan kenapa mataku tidak bisa lepas memandanginya?
aku menamatkan apa yang aku lihat. mbak ini, sakjane yo mukanya biasa aja, tapi kalo senyum kayaknya manis gitu. apa ya? make upnya cuma bedak doang. tapi keliatannya bersinar gitu. apa yang membuatnya spesial? batinku bertanya-tanya sendiri.
lalu aku membandingkannya dengan diriku sendiri. oke, dia pakai rok, aku juga. dia pakai kerudung, aku juga. dia pakai kaus kaki dan sepatu, aku juga. dia pakai bedak, aku juga. trus apa bedanyaaaaa? aku mulai frustasi. akhirnya aku menemukan perbedaannya. kerudungnya? lebar ya? kayak kerudungnya mbak-mbak SSKI biasanya, sedangkan aku? aku belum bisa seperti itu.
aku melihat kerudungku. tipis, transparan, dan masih sebatas menutupi saja. NOOOOO !
"mbak, kok ngelamun, ayo cepet dibayar." kata mama membuyarkanku.
"Ma, mbak itu, cantik ya? yang pake kerudung warna peach itu lhoo. cantik ya? kok bisa ya, Ma, cantik gitu?"
"oalah, itu yang cantik bukan fisiknya. tapi apanya ya?" mamaku juga bingung sendiri.
lalu sesampainya di rumah saudaraku, aku masih mencoba menerka. mbak itu cantik, tapi cantik apanyaaaaa? sampai sini, aku jadi gelisah sendiri. gak mau kalah nih ceritanya. orang itu tipikalnya seperti mbak-mbak ikaskilas. anggun.
aku menepuk jidat, oalah! MasyaAllah, yang cantik itu ya inner-nya! ah, gitu aja sampai frustasi. dih.
memang beda ya saat kita melihat kecantikan fisik atau outer-beauty sama kecantikan ruhani atau inner-beauty. kalau aku di dekat orang yang cantik fisik, aku pasti liatin wajahnya trus lama-lama bosen. sedangkan saat aku berada di dekat orang yang punya kecantikan ruhani, mau tak liatin seberapa lama juga gak bakal bosen. ada suatu kesederhanaan yang bercampur dengan kebijaksanaan dan kewibawaan, anggun dan menyejukkan.
lalu aku melihat cermin. "eh, elo yang ada di dalem sono, berubah yuk! kan gak mau kalah cantik ya? yaudah, benerin hijab sama benerin hati. pokoknya inner-outer kudu sip nih." kataku pada bayangan yang ada di cermin.
bayangan itu tersenyum. mulai sekarang aku akan berusaha selalu cantik setiap hari :)
No comments:
Post a Comment