May 10, 2013

to besties with love :3

Sampai aku mengenal kalian, sebelum itu rasanya ukhuwah hanya sekedar kata. Aku sama sekali tidak bisa melihatnya, apalagi merasakannya. Yang aku tahu sih, teman itu semu. Dan itulah yg membuatku begitu skpetis dengan seseorang.

Begitu juga dengan kalian, pada mulanya. Aku susah untuk mempercayai satu per satu dari kalian. Jangankan percaya, peduli pun tidak. Kalian sama saja dengan yang lain dan aku sama sekali tidak mengizinkan satupun dari kalian untuk sekedar mengisi hariku. Apalagi hatiku.

Aku mencari teman sejati, tapi ada sesuatu di dalam sini, yang membuatku untuk berhenti mencari dan mulai melihat sekeliling. lalu aku menyadari...teman sejati itu memang tidak ada. Sama sekali tidak ada. Best friend forever? well, notice this, there's an end in the word 'fri[end]'

Memang tidak ada teman selamanya, namun aku menemukan sesuatu, yang lebih berharga dari sekedar kata forever friends. Yang bisa menggantikan teman sejati, dan  pada akhirnya membuatku benar benar terbangun bahwa ada yang lebih indah.

Sesuatu itu ialah ukhuwah. Persaudaraan dalam iman.
Persaudaraan yg lebih kuat, bahkan mengalahkan persaudaraan yg terikat karena darah.

Darah kita cukup iman. Dan raga kita hanyalah akidah. Sudah itu saja.

Dan anehnya...aku menemukan ukhuwah, dengan cara yg begitu sederhana, bukan dari hangout di mall atau melakukan hobi yang sama. Tapi cukup dengan duduk disini dan berbagi ilmu. Berbagi kisah.

Ajaibnya...ukhuwah itu menyala rek. Bukan dari lilin diatas kue ulang tahun yang biasanya diberikan dan dirayakan oleh seseorang bernama sahabat. Ukhuwah yg sederhana itu menyala begitu cemerlang dengan semangat yang masing-masing kalian tularkan. Berwarna warni, dengan masing-masing personality kalian. Saling menguatkan, dan begitu hidup bahkan hanya dengan satu salam atau senyum hangat kalian.

Mungkin kalian terkesan tidak peduli denganku, tidak mau tahu. Tapi ketika aku bercerita, kalian mendengarkan karena peduli. Bukan hanya mendengarkan karena ingin tahu masalahku. Aku tau, kalian memang tidak ingin mencampuri urusan masing-masing, tapi sangarnya...kalian tahu kapan kalian harus memotivasiku atau mengingatkanku saat itu. Kalian bisa saja marah padaku, tapi selalu ada hikmah untuk sikapku di balik marah kalian. Bahkan ketika salah satu kita terluka, dengan begitu cepatnya, kalian menjadi semacam antibodi paling canggih, menyembuhkan apapun jenis luka hati. Entah luka hati kronis seperti lagi jatuh cinta atau patah hati, entah galau nilai atau galau jurusan, bahkan sampai galau yang gak penting seperti: mau malem mingguan kemana?

Ukhuwah itu ternyata indah rek...dan kalian memberikan padaku bukan dari pigura berisi foto yang dihias scrapbook warna warni atau hadiah dengan kertas kado berpita pink. Tapi cukup dari apa saja yg pernah kita lalui, dari nyusun acara, nginep bareng sampai guling-guling *hampir gulat* di masjid. Dan sungguh, itu lebih indah dari apapun. Karena kalian bukan sekedar sahabat, tapi kalian saudara.

Dan sampai disini, di hadapan kalian, pikiranku sudah terbuka, bahwa ukhuwah itu ada...dan Subhanallah, ukhuwah itu nyata. Dari dekap dan ejekan kalian. Dari tangis dan tawa kalian. Dan dari sok tidak peduli kalian.

Dan kata Rasulullah  itu benar adanya.
"Jadilah hamba Allah yang bersaudara." Karena saat aku mendekap kalian, maka ukhuwahpun mendekap kita.

Aku mencintai kalian karena Allah. Semoga ukhuwah kita lebih abadi dari kata forever, karena aku berdoa semoa kita dipertemukan lagi, dalam JannahNya yg begitu indah. Menjalin lagi ukhuwah kita lebih dan lebih lagi.

Terima kasih, karena telah mengenalkan ukhuwah yg begitu nyata dan indah dalam perjuangan kita 2 tahun ini. :)

anggap aja tangan kita #eh

No comments: