Ada begitu banyak tipe perempuan di bumi ini. Ada yang
anggun, ada yang lemah lembut, ada yang begitu manja, ada yang lugu, dan banyak
lagi. Ada begitu banyak perbedaan antara perempuan yang satu dan yang lainnya. Perbedaan
itu bisa jadi sedemikian nyata, bahkan tanpa kau mengenalnya lebih jauh, kau
tahu bahwa dia memang berbeda.
Tak terkecuali, aku.
Ketika setiap wanita bisa dibilang anggun, bisa dibilang
kalem. Aku bisa jadi, anomali. Mungkin tidak hanya aku, banyak yang lain. Tapi tetap
saja, anomali.
“kamu, memang bentuk nyata perempuan, tapi ada sebagian yang membuatmu jadi…tomboy.”-seseorang
Ah, kau tidak tahu bagaimana aku yang dulu. Bisa jadi lebih
parah daripada ini.
Tapi, meskipun aku anomali,
selama anomaliku tidak mengganggu orang lain, itu tidak jadi masalah. Karena itu
memang personality, bawaan dari aku masih kecil. Jadi kalau mau berubah,
rasanya tidak bisa begitu drastis dan itu memang terjadi. Well, perubahanku
selama ini lebih ke arah appeareance sih, berhubung sekarang aku sudah
berjilbab, otomatis menjadikanku tampak lebih anggun dan itu termasuk hal yang
sangat kusyukuri. Setidaknya…aku tidak menyerupai laki-laki bukan? ;)
Aku berbeda, dan aku bangga jadi berbeda. Karena secara
tidak langsung, saat beberapa orang
bilang, “kamu bukan cewek,” Itu berarti
aku lebih tangguh dari gadis kebanyakan, Aku lebih tidak tergantung pada orang
lain daripada gadis yang lain. Anggap saja itu pujian, karena itu berarti aku
bisa menjaga diriku sendiri.
Maaf saja bila aku lebih sering memakai logikaku daripada
hatiku. Tapi aku tetap tahu kapan hatiku
harus menuntunku, dan kapan intuisiku yang berbicara. Maaf saja bila aku memang
keras kepala, tapi tolong jangan anggap bahwa aku selalu seperti itu. batu
tidak selamanya batu kan?
Ah, biar saja, aku lebih nyaman dan lebih bangga menjadi
seperti ini…
No comments:
Post a Comment