November 22, 2012

mangkuk kaca.

sekelilingku terasa begitu sempit.
jalan ke kanan, terbentur sesuatu, jalan ke kiri menabrak pula.
ke depan dan ke belakang pun terbatasi.
tapi aku masih bisa melihat jelas sekelilingku.
hanya saja belenggu mangkuk kaca.
membatasi tidak hanya tentangku dan tentangmu lagi.
kehidupan kita sempurna terpisah.
dan disini aku mulai menghirup udara frustasi.
begitu rumitkah hanya untuk memecahkan batas ini?
sekadar memahami esensiku dan kehadiranmu.
bukan bayangku atau bayangmu yang terpantul dalam mangkukku.
tapi untuk apa merutuki lagi?
toh bayangmu sama fananya dengan milikku.
aku hanya perlu mendongak ke atas
tanpa terhalang bebayang.
mangkuk kaca bukan membatasi
atau menciptakan zona nyaman pribadi
namun diri ini hanya perlu terfokus lagi,
kepada Pemilik udara diatas mangkuk kaca.

No comments: