November 27, 2012

killer-physics



bukan karena aku sebegitu paranoid-nya dengan fisika.
bukan karena aku enggak paham fisika.
bukan karena aku benci fisika. bukaaaaaan....

but the problem is....aku selalu salah hitung.
and it's killing me softly

ya memang, aku mengakui dari kelas 1 SD sampai dengan aku kelas XII SMA, aku sama sekali enggak bakat ngitung. kecerobohanku saat dihadapkan dengan angka-angka menjadi berkali lipat, apalagi kalau sudah angka ketemu huruf alias aljabar. my little enemy ialah minus, si tanda strip hitam kecil yang selalu saja mengacaukan kertas buramku. pasti ada yang terlewat. dan entah kenapa aku selalu saja koleng, masa dua dikali tiga bisa jadi lima? ya ampun. inilah salah satu faktor kenapa aku enggak mau masuk jurusan IPA satupun dan memilih loncat ke IPS nanti pas SNMPTN (yaaa aku tau, ini fatal)

kalau daridulu momokku ialah matematika, sekarang ganti jadi fisika...
sudah segitu njelimetnya rumus, masih juga ada konstanta yang....ah, you name it!
ditambah lagi, guru fisikaku sekarang yang notabene juga walikelasku. the super PHP man. seseorang yang ngasih nilai begitu PHP nya. seseorang yang begitu kreatif dengan soal-soal fisika. oye paaaaak, you're driving me insane!
enggak cuma aku aja yang mengalami syndrom killer-physics ini, beberapa sekelas dan tetangga kelas sebelah juga. bahkan ada salah satu temenku yang bilang gini, "eh, enggak tau kenapa setiap baca doa di pagi hari perutku mesti mules.".
lalu kutanya, "kok bisa? apa hubungannya coba?".
dia jawab, "ya sejak aku tau yang baca doa itu wali kelas kita, perutku langsung mules gitu...mesti keinget fisika." :))))))

Saat ter-horror apalagi kalau bukan pas pembagian nilai. kertas ulanganku selalu saja semarak dengan angka yang itu-itu aja. MasyaAllah. rasanya, enggak remidi itu merupakan keajaiban atau tiba-tiba saja kejatuhan mukjizat gitu pas ngerjain.

yah, dan pada akhirnya fisika merupakan salah satu faktor kenapa aku (lagi-lagi) enggak mau masuk jurusan IPA apalagi teknik. sudah terima kasih, sekarang aja udah sekarat gimana nanti? saya enggak mau jadi zombie. hey killer-physics! don't try to hurt my spirit again. let's forgive each other and end this war. i hope you'll bring happiness later in my examination and my report card. *pray*






No comments: