kamu tahu apa yang aku lakukan tadi?
aku belajar, belajar fisika. bab yang aku pelajari adalah cahaya dan gelombang. saat aku belajar tadi, tiba-tiba saja fokusku teralihkan karena kamu hadir dalam pikiranku begitu saja. iya, kamu tiba-tiba saja menghadang materi yang padahal hampir saja aku pahami.
aku tahu kenapa kamu tiba-tiba muncul. kamu rindu padaku bukan? atau juga sedang memikirkanku? ah, dasar, padahal kita belum juga bertemu, atau mungkin sudah tapi hanya aku yang tak sadar? bagaimanapun juga, aku masih sebal dengan kehadiranmu di pikiranku, konsentrasiku beralih ke kamu. dasar caper!
kembali lagi ke fisika yang kupelajari tadi, kamu tahu gelombang kan? yang memiliki frekuensi, kecepatan, dan juga panjang. aku rasa hatiku juga memilikinya. mungkin kau juga punya, silahkan di cek sendiri. gelombangku anehnya memiliki frekuensi, kecepatan dan juga panjang yang sama denganmu. aku dan kamu, gelombangku dan gelombangmu masih saling menyapa, berinterferensi sedemikian rupa. tapi ternyata kali ini kita berbeda fase. faseku dan fasemu berbalik 180 derajat. di satu titik kita saling menjauh, tapi di titik lain kita berdekatan, bersinggungan. hanya saja mungkin kita yang sama-sama tidak menyadarinya bahwa kita pernah sedekat itu. kamu tahu nama gelombang itu? namanya gelombang rasa, itulah mengapa aku bisa tahu perasaanmu.
ah, gelombangku dan gelombangmu itu unik ya? lihat saja, kali ini mereka sama-sama membentuk suatu cahaya. cahaya itu lagi-lagi saling berinterferensi, dan menghasilkan pola tertentu. gelap, terang, gelap, terang lagi begitu seterusnya, tapi yang bisa menangkap maksud pola itu hanya layar nurani kita berdua. apabila sedang terang maka kita berdua juga sedang bersinar dalam cintaNya, sebaliknya jika gelap maka kita sama-sama sedang futur. jangan begitu ya, cinta? cahaya itu kan cahaya iman kita.
aku lebih suka cahaya iman itu kita pantulkan saja pada prisma taqwa. karena nanti berkas cahaya iman kita yang berwarna putih akan menjadi indah, dipantulkan menjadi beragam warna. merah, kuning, hijau, biru, apalah yang berada pada pelangi. mewarnai setiap detik waktu dalam masa penjagaan hati kita masing-masing.
aku tahu, cinta, gelombangku dan gelombangmu, kali ini sedang bersinggungan, makanya kamu hadir begitu saja dalam kepalaku. hadir dalam wujud pangeran bayangan. hanya bayangan, tanpa nama, tanpa rupa. karena akupun belum pernah bertemu denganmu bahkan tidak tahu kamu berada dimana sekarang. tapi bagaimanapun kamu nantinya, saat kita bertemu aku pastikan bahwa aku berada dalam kondisi yang begitu baik.
tetap bersinar ya, cinta? agar nanti saat kita sudah bersatu, sudah tak terhijabkan jarak dan waktu, gelombangku dan gelombangmu bisa menjadi satu fase, menghasilkan cahaya iman yang begitu bersinar dan membias menjadi seribu warna pelangi yang tidak hanya ada di dunia, tapi juga nanti di surgaNya.
berjuang bersama ya cinta? menjaga masing-masing gelombang rasa agar tak bersinggungan dengan yang lain. aku tidak mau nanti kamu cemburu apabila gelombangku melenceng sedikit saja.
cinta, mungkin jawaban fisika memang sulit ditemukan. tapi aku tahu kamu tidak akan sesulit itu untuk kutemukan. memang bukan sekarang, tapi nanti. semangat mencariku ya cinta, karena aku disini juga sedang menunggumu.
tertanda, putri bayangan. c:
2 comments:
Iki awale nang sopo, akhire malih gak juelas pol. wakakakak.
galaumu gak berhasil, wik. wakakakakak
gak galau iki naaaak. lebih niat ke guyon.
Post a Comment