July 17, 2012

ombak dan pasir


"mungkin aku harus belajar pada alam." katanya.
"pada alam? hei, nyatanya kau sedang berada di kelas, terperangkap dalam alam pikiranmu sendiri."
"justru karena alam pikiranku, aku bebas berimajinasi. tidak seperti kau, imajinasimu hanya angka, sudah itu saja." balasnya tak kalah sinis.
"kenapa harus dengan alam?" aku mencoba masuk ke alam pikirannya.
"karena ternyata alam memiliki misteri sendiri dan misteri itu membuka pikiran kita untuk mengerti kehidupan."
"misteri? contohnya?"
"kau tahu kenapa ombak harus pergi ke bibir pantai? atau kau mengerti mengapa uap air menjadi awan mendung?"
"hmmm...kalau cara berfikirku pasti akan kujelaskan secara ilmiah mengapa seperti itu. kondensasi dan lalalala."
"dasar pecandu otak kiri! konkrit melulu!"
"daripada kamu, bisanya ngayal mulu. kalau aku pecandu, kamu udah overdosis!" balasku sambil tertawa melihat ekspresinya.
"okay, back to topic. kalau kamu ke pantai, apa yang kamu lakukan di atas pasir?"
"duduk, mungkin iseng-iseng bikin tulisan."
"Nah, begitulah ombak dan pasir. saat ada yang menggurat si pasir, datanglah si ombak untuk menghapus guratan itu."
"lalu hubungan dengan kehidupan?"
"kadang dalam kehidupan akan ada saat-saat kita tergurat oleh suatu luka. luka itu tidak bisa sembuh sendiri, bukan? yang kita butuhkan ialah sesuatu untuk menghapus luka itu. entah itu sesuatu atau seseorang."
"tapi bukannya ombak tidak bisa kita panggil seenak jidat? bukannya semua ada masanya?"
"benar sekali...ombak memang tidak bisa datang kapan saja, kedatangannya telah diatur oleh Yang Maha Mengatur dan ada sebuah tenggat waktu yang juga disediakan untuk si pasir agar bisa memahami guratannya. aku kira, masa-masa teggat waktu itu dinamakan sebuah proses. proses untuk menjadikan kita lebih kuat dan utuh kembali."

dari pernyataan indahnya barusan, aku menyadari bahwa kadang orang ini bisa lebih bijak dari biasanya tapi setelah itu dia menghancurkan image itu sendiri.

"dan khusus untuk kasus kedua, uap dan awan mendung, silahkan cari sendiri! aku juga masih belum tahu kenapa gitu! aku sih cuma ngasal saja biar kamu penasaran. hahahaha." katanya sambil berlalu dan tertawa keras.
aku hanya melongo dan mendadak gemas sekali. 
tuh kan, image-nya hancur sudah

No comments: