Yth. Ibu Dolores Unyu.
di tempat
Dengan segala hormat, sebelumnya tolong izinkan saya bertanya, Bu. Siapakah anda? Saya dan juga banyak lagi orang yang tahu bahwa anda telah begitu lama menjabat sebagai kepala, bukan hanya di tempat ini tapi juga di tempat lainnya. Saya dan orang-orang lainnya juga tahu bahwa anda sosok yang disiplin dalam menjalankan apa yang telah anda pegang. Tapi Bu...selain itu, siapakah anda?
Semula anda berada disini, anda berkata bahwa anda adalah teman bagi kami, tidak ada jarak, tidak ada rasa segan, tapi yang ada hanya rasa hormat dan kasih sayang. anda juga berkata bahwa anda adalah ibu bagi kami yang akan selalu peduli dengan kami. Benar begitu kan, Bu? Semula anda disini, dalam pidato anda, anda berkata bahwa anda adalah tamu alias orang yang baru saja berada disini dan ingin sekali dikenalkan kepada apa saja yang ada di tempat ini. Dan kami sebagai orang baru, begitu ingin melayani permintaan anda tersebut.Juga, sekali lagi, dalam pidato anda, anda berkata bahwa kami begitu hebat dengan apa yang
telah kami lakukan selama ini. Ya, Bu, dengan segala rendah hati, kami
juga merasa bahwa kami hebat
Dan setelah itu, beberapa waktu kemudian, anda mulai membuat perubahan. kami merasa bahwa anda begitu hebat dengan apa yang telah anda lakukan. Dalam sisi kedisiplinan, sisi kebersihan, dan juga lainnya. anda juga begitu friendly dengan kami. selalu mendukung apa yang kami adakan dan perjuangkan demi tempat ini. saya masih ingat, saat saya datang di salah satu pertandingan olahraga bergengsi untuk mendukung kubu kita, Ibu berada disana, mengenakan baju merah. saya kagum, Bu, sungguh. Di tengah begitu padatnya kesibukan anda, anda tetap mau meluangkan waktu.
Lalu, beberapa waktu setelah itu, perubahan demi perubahan di adakan. seperti biasa, kami menerima Bu. saat perubahan itu dilangsungkan, kami patuh. hingga beberapa saat sebelum kini, kami masih patuh. Tapi akhir-akhir ini, saat Ibu mulai mencederai apa yang telah kami jaga selama ini, entah kenapa yang ada di dalam diri kami masing-masing ialah suatu keinginan berontak. Sebenarnya kami masih ingin patuh, Bu. tapi dengan apa yang ibu lakukan, sebenarnya ingin sekali kami berteriak, kami tidak bisa menerima. Lalu apa daya kami? kami hanyalah para murid ibu yang bahkan belum mencapai usia dewasa. Tapi kami semua disini mengerti, bahwa kami mencintai tempat ini dan apa yang telah menjadi budaya serta yang sudah mentradisi. Kami hanya ingin menjaga, sama seperti anjing yang menjaga teritorinya.
Sekali lagi, dengan segala hormat, tolong bu, mengerti kami. tempat ini hebat tidak hanya karena satu aspek, tapi juga lainnya. termasuk apa yang telah selama ini kami jaga dan pertahankan. kami ingin Bu, memiliki visi dan misi yang sama dengan Ibu. dan kami begitu mengharapkan sebaliknya. disini kita bekerjasama kan Bu? dan bukankah yang paling baik dalam suatu kerjasama ialah suatu sinergi dan harmoni? kami memiliki jiwa dan jiwa kami memiliki semangat tinggi untuk maju. Kini saat semangat itu sudah begitu dibekukan, begitu juga kondisi kami. Sungguh Bu, andai sebuah perjuangan itu bisa diabadikan, maka akan saya tunjukkan Bu, bagaimana kami selama ini terluka, selama ini sakit karena perjuangan itu.
Dan kini, sekali lagi siapakah anda Bu? di awal anda sendiri berkata bahwa kita adalah teman. anda berkata bahwa anda ialah tamu disini. anda berkata bahwa kami itu hebat. Tapi Bu, bahkan seorang teman tidak akan tega melihat yang lain sedih apalagi terluka. Bahkan seorang ibu yang baik, tidak akan tega mengekang anak-anaknya. Bahkan seorang tamu, akan selalu berusaha untuk tidak mencederai tuan rumah. Dan ibu, bahkan setelah kondisi ini, kami tidak lagi merasa hebat, kami tidak lagi merasa kuat bu.
Mohon mengerti Bu, apa yang anda hadapi ialah sekumpulan remaja dan ibu pasti sangat paham bahwa kami sama sekali tidak suka dikekang, apalagi dibekukan seperti ini. Bu, kami begitu menghormati anda hingga saat ini. dan tegakah anda saat kami sudah sedemikian hormat, anda mematahkan kami? Memang Bu, semua hal tidak dapat dipaksakan, tapi sungguh beberapa hal layak diberi kesempatan.
Mohon maaf sebesar-besarnya kepada Ibu, saya tidak bermaksud menggurui disini, karena sebenarnya itu ialah peran anda. apalagi bermaksud mencela, kurang ajar dan lain sebagainya. saya hanya ingin anda mengerti, bahwa kami sudah sedemikian lelah untuk bertanya dan berharap jawaban yang memuaskan.
Terima kasih atas perhatian Ibu, semoga anda faham sekali dengan kondisi fisik dan psikis kami saat ini.
Hormat Saya,
Hermianee Gangster
No comments:
Post a Comment