July 27, 2012

cinta dan cita


siang itu, entah kenapa berjalan begitu membosankan.
aku yang semula mengerjakan integral matematika menjadi sumpek sendiri. tabiat dari kecil, saat aku sudah seperti itu maka yang kulakukan selanjutnya ialah iseng.
dan...target iseng adalah teman sebangkuku.
 
tapi setelah aku iseng sekian lama, dia tetap gak respon. fail. mukanya datar bahkan cenderung galau.
lalu...dia bertanya
"setelah SMA kamu mau kemana?"
 
aku diam. masih belum yakin dengan pilihanku sendiri.

"aku bingung wi. aku gak ngerti cita-cita ku. aku enggak enak kalau gak punya target. gak ada yang dikejar, gak ada yang harus diselesaikan. ditambah lagi nilaiku yang seperti itu. aku mau kemanaaaa?" curhatnya.

aku tetap diam, menunggu dia berbicara lebih jauh.
"kadang itu ya...aku merasa pesimis gitu, meski aku udah motivasi diriku berkali kali." dia diam dan menghela nafas.

aku masih saja cuek. memandang lapangan yang terlihat dari pintu yang setengah terbuka. lalu aku membuka-buka notesnya. tiba-tiba suatu pertanyaan abstrak datang ke kepalaku.
"kamu tahu apa itu cinta?"

dia mengernyit, bingung dengan pertanyaanku yang out of topic. dia mengindikasi bahwa galau mulai menyerangku. aku pun buru-buru menjelaskan
"sudahlah, ini enggak galau kok. jawab aja, aku mau tahu pendapatmu."
dia diam, aku juga.
"emm..cinta itu....sesuatu yang tidak rela kau lepas dan kau selalu berharap padanya. juga kamu ingin selalu didekatnya."
aku menulis pernyataannya berusan di notesnya. iseng sekali lagi. lalu spontan saja aku bertanya, "apa itu cita?"
"ha? cita? emmm...apa ya? kok hampir sama kayak cinta ya?"
dari pertanyaannya barusan, aku mulai sadar apa yang aku lakukan.
"yo apa lho. aku yang nanya kok malah dibales nanya." kataku
"cita itu...hal yang selalu kamu pikirkan dan harapkan juga bukan sesuatu yang abadi untuk dipertahankan, tapi kamu selalu ingin meraihnya atau mendekatinya."

aku tersenyum simpul. iseng iseng berhadiah. ternyata ada sebuah pernyataan tentang ini nantinya.

"gitu ya? kalau gitu intinya?" tanyaku
"yo gak tau lho. kamu kan lagi iseng sih, jadi ga ada intinya." kata dia.
"ada kok." balasku

"intinya...cintai citamu, citakan cintamu. saat kamu mencintai cita-citamu yang notabene adalah passionmu, lebih mudah untuk berada didekatnya. seperti katamu tadi, selalu ingin didekat yang kau cintai. begitu juga citakan cintamu. saat kamu mencintai, maka cita-citakan ia. karena saat kamu bercita-cita, kamu ingin sekali meraihnya. yang jelas sih, cinta yang aku maksud disini, bukan kepada lawan jenis lho ya." kataku.
 
"oalah, mudeng. btw, tumben kamu kok filosofis gini. kabelnya lagi konek atau gimana nih?" katanya
 
aku hanya tersenyum. iya ya, tumben lagi intelek.

No comments: