July 01, 2012

#2


bismillah...

kali ini aku hanya ingin bercerita. tentang sebuah masa di hidupku yaitu masa kecilku. saat itu aku masih berumur 4 tahun. aku masih sering terjatuh saat bermain dan lari dengan teman-temanku, masih suka jajan taro atau coklat ayam jago, masih suka memberantakan teras dan rumah dengan segala mainanku entah itu masak-masakan atau dokter-dokteran, masih murni sepolos-polosnya anak perempuan yang menganggap bahwa anak laki-laki itu nakal sekali, masih suka menangis, masih sering bermain petak umpet, engkle, ketek menek, kotak pos, atau yang lainnya, serta masih rajin sekali pergi ke balai untuk mengaji.

aku tinggal di sebuah kampung di pusat kota Surabaya. kampung ini adalah kampung lama. namanya ketandan, sudah ada sejak nenekku remaja. sebuah kampung yang dulu orang-orangnya pernah menjadi saksi dan turut berjuang saat peristiwa 10 november atau perobekan bendera di hotel yamamoto yg sekarang berubah menjadi hotel majapahit. sebuah kampung yang dulu aku selalu aku anggap labirin tempat aku bermain. kenapa labirin? karena biasanya saat aku bermain selalu ditanya alamat oleh orang asing yang pasti tersesat dan tentunya baru tau kalau ada kampung di tengah kota. padahal jelas-jelas mamaku selalu melarangku berbicara dengan orang asing. ah, tapi seiring aku beranjak dewasa, aku semakin mencintai kampung ini, meski begitu banyak perubahan yang terjadi. aku tetap mencintai. karena disini aku belajar banyak hal dan inilah tempat yang telah membesarkanku.

aku memang berasal dari kampung, tapi Mamaku bilang aku tidak pernah dibiarkan untuk menjadi senakal atau seberantakan anak-anak kampung. ah, tak apa-apa, toh aku juga bangga menjadi bagian kampung ini.
sebuah tempat yang tidak pernah kehabisan gang kelinci untuk dijelajahi.
by the way, gang-gang yang pernah menjadi tempat aku bersembunyi atau aku buat bising dengan tawa dan teriakanku kini semakin sempit. ini karena pandanganku yang sempit atau aku yang memang bertambah besar?
 lucu saja. saat aku menyadari bahwa aku sudah begitu lama meninggalkan masa kecilku dan kini aku ingin sekali menjelajahinya. rasanya seperti, wow, i've been here for a long time and there are so many memories in every side  in this place. punya kenangan di setiap belokan, pertigaan atau perempatannya. dan kini aku sadar bahwa aku punya masa kecil yang bahagia sekali. jauh lebih bahagia daripada yang dimiliki anak-anak kecil yang tinggal di tempat yang sama denganku.

gak tau ini mana rumahku

No comments: