"Dalam kepala kaum wanita ada kekurangan, tetapi dalam hati mereka ada kelebihan". - Anonim
"Jika seorang wanita malu-malu seperti kucing, anda masih dapat melihat harimau di dalamnya."-peribahasa tiongkok.
"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholehah" (H.R. Muslim)
"aku berani mencintai, dan aku mencintai dengan berani."-2, Donny Dhirgantoro.
Perempuan, seseorang yang menjelma menjadi pemalu saat ada sesuatu mulai tumbuh di hatinya. Cinta, sebuah sumber kekuatan sekaligus kelemahannya. Ia bisa kuat saat ia mencintai, begitu juga sebaliknya. cinta, sebuah rasa yang menggerakkannya, kadang ia berkorban dengan tulus, kadang ia begitu bahagia karenanya, kadang pula ia berjuang begitu kuat. Perempuan memang terlihat lemah, terlihat pasrah. tetapi bukan seperti itu sebenarnya. Perempuan hanya lembut, hanya tabah. Bahkan kadang, bisa saja kami lebih kuat dan lebih berani dari kaum adam. Bukan bermaksud sombong atau bagaimana, tetapi silahkan saja lihat bagaimana seorang ibu melahirkan anaknya, menyabung nyawa. Ada yang bilang bahwa wanita itu identik dengan cengeng. Melihat film sedih saja menangis, membaca novel mengharukan saja sudah mewek. "perempuan itu membingungkan. kalo enggak dipeduliin, dia marah, tapi kalo dipeduliin malah nangis. liat aja kalau malam minggu, pasti banyak yang nangis, entah itu putus cinta, atau mungkin dikasi kejutan sama pacarnya. repot." kata salah satu teman laki-laki ku. Tetapi airmata, ialah kelemahan sekaligus keajaiban kami. Ketika perempuan menangis, berarti ia tidak sanggup lagi untuk berpura-pura kuat. Perempuan menangis, ia benar-benar terluka. saat perempuan menangis, mungkin juga ia tersentuh dan sekaligus tabah.
Perempuan, dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, tetapi ia hadir, tercipta demi mendampingi laki-laki. diciptakan bukan dari tulang di kepala untuk membuatnya merasa tinggi, bukan pula dari tulang yang ada di kaki, untuk diinjak. tetapi tercipta dari tulang rusuk, dekat di hati untuk dicintai, dekat di tangan untuk dilindungi. perempuan, kami tidak pernah meminta untuk ditinggikan oleh kaum adam. kami tidak pernah menuntut untuk dihormati. cukup anggap kami ada untuk dihargai, kami ada untuk disetarakan. Perempuan, per-em-pu-an, per-empu-an, bila kata ini dipenggal seperti itu maka ada kata 'empu' disana, 'milik'. kami perempuan, memang untuk dimiliki tapi kami bukanlah aset yang bisa dicap hak kepemilikan seenaknya, ada prosedur khusus, yaitu pernikahan.
Mungkin banyak yang bilang, perempuan itu pesolek. aku tertawa mendengarnya, kalau itu memang naluriah. sama seperti laki-laki yang naluri gengsinya tinggi. tetapi di balik make-upnya, entah itu cuma bedak maupun yang menor sekalipun, terpancar kecantikan yang berupa, beragam, tetapi tetap elok. bedaknya, membuat pipinya semakin putih merona. lipstik yang memoles bibirnya, menghias kata-kata yang keluar menjadi begitu manis, begitu sejuk. eyeshadow dan maskara ? memperindah setiap kerlingan dan tatapnya yang menyimpan kedalaman hatinya. parfum ? ah, tidak perlu, kami takut membuat para lelaki semakin mabuk dengan hadirnya kami. kami memang berwarna-warni seperti kelopak bunga, tetapi kami tidak berba. tanpa bau saja sudah banyak yang mendekat, apalagi ada baunya.
Aku, kamu, kami dan kita adalah perempuan. dan harusnya bersyukur karena telah menjadi perempuan. karena perempuan, seorang anak yang selalu membuat kedua orang tuanya bahagia. Perempuan, ialah seorang istri bagi suaminya, ia adalah leher yang menyangga kepala keluarga, ia menguatkan suaminya sekaligus menghiburnya dikala suaminya sedih. Perempuan, ialah ibu, madrasah utama bagi anak-anaknya sekaligus oase cinta dan kasih sayang yang tidak pernah habis. dan karena perempuanlah sebuah bangsa bisa menjadi besar, seorang pemimpin bisa menjadi kuat.
dan aku bersyukur menjadi seorang perempuan sekaligus muslimah. karena aku dijaga dan terjaga. karena aku juga lah yang memiliki kelebihan dan kekurangan seperti di atas. karena aku, juga merupakan calon isteri dari calon suamiku kelak, seorang calon ibu yang melahirkan anak anak nantinya. semoga...perempuan, sekali lagi perempuan, mari angkat wajah kita dan tersenyumlah karena telah dilahirkan menjadi perempuan.
rona
pipi bersemu saat bibirnya pun tersenyum,
dihias
sepasang mata yang bening berkilau
jelita,
satu sebutan untuknya.
selaksa
kesabaran tersimpan disana.
ada
kata dibalik tatapnya, ada tanya dibalik diamnya.
dia
datang atas nama cinta, sumber kekuatannya.
sekaligus
menjelmakannya pemalu.
indah
yang terjaga, bak mutiara dalam kerang.
laiknya
peti harta, ia penuh rahasia,
tidaklah
lemah apalagi pasrah,
keberanian
itu bercampur dengan ketabahan,
suatu
kelembutan yang perkasa.
dan
kini, ia dihadapanku, seorang perempuan !
![]() |
| Add caption |


No comments:
Post a Comment