June 21, 2012

post ke 100


bismillah...
 
ini adalah hari terakhir menjadi kelas sebelas, besok sudah terima rapot, dan bertambah angka I romawi di kelasku menjadi XII IA 8. aku mencoba menikmatinya, sebebas-bebasnya, segila-gilanya.
dan karena itu, hari ini aku ada semacam reuni dengan para sahabatku di SMP kelas 8. mereka gak banyak berubah dan alhamdulillah cuma ada satu yg blm pake jilbab. yaa meski belum syar'i, gapapa lah, namanya perubahan. aku senyum-senyum sendiri melihat mereka satu persatu. lalu, apa kata mereka tentangku ?

"Ya ampun wi, perasaan kamu dulu gak suka banget sama warna pink, tomboy abis, eh ini udah jilbaban. mana jadinya lembut lagi, coba kalo dulu, cablaknya minta ampun." kata Desi.
aku yang ditodong pernyataan gitu cuma ketawa. "ah, enggak kok, masi ada sisanya, buktinya tuh aku masi ceriwis trus juga masih pake sneakers."
"ya, meski gak feminim banget, bisa dibilang girly kali. padahal dulu aja pakenya cuma jaket, kaos, jins."
sekali lagi aku cuma bisa nyengir. dan tiba-tiba ingatanku menuju ke kepin, ternyata dulu aku hampir sama kayak dia ya ? bedanya aku gak jilbaban dulu.
dan setelah itu, mulailah nostalgia mulai dari perkara mantan satu persatu, penampilan, dan hal-hal konyol. well, our memories is flashing back like a film roll. mereka juga bercerita ke aku tentang keadaan di sekolahnya, keadaan teman-temannya, keadaan nilai-nilai mereka. yang jelas semua hal itu, sangat jauh berbeda dengan smala, sekolahku kini. dan semua itu semakin membuka pikiranku. seperti ada sesuatu yang tiba-tiba saja menjeblak masuk dan melihat apa yang ada di luar sana. bukan cuma di smala.

ada yang bilang anak SKI itu cupu-cupu, ini membuatku melihat bahwa banyak orang yang belum spenuhnya mengerti.
aada yang bilang bahwa di teman-temannya ada yang merokok, ciuman, minum-minum dan lain-lain. membuatku sepenuhnya bersyukur bahwa setidaknya aku masih terjaga.
ada yang bilang bahkan ada juga yang -maaf- tidak virgin. istighfarlah aku dalam hati, sebegini parahkah ?
ada juga yang bilang bahwa anak IPA itu individualis dalam hal pelajaran, tapi kenyataannya di sekolahku bahkan menyontek saja sudah begitu terorganisir.
ada yang bilang bahwa pondok pesantren itu gak enak banget, padahal aku sendiri aja pernah pengen.
ada yang bilang bahwa SMA itu suram, padahal aku begitu pengennya balik jadi anak kelas X.

lalu ?

setelah sesi ngobrol ngalaor ngidul, aku merasakan suatu kelegaan bahwa aku masih terjaga dan bahkan masih bisa berubah lebih baik.
lalu saat aku menulis ini...ternyata saat kita terlalu lama berkubang dalam tempat dan rutinitas yang sama, harus ada suatu waktu kita mau keluar dalam gua yang kita ciptakan sendiri. seenggaknya, agar pikiran kita kembali netral, tidak sepenuhnya memihak pihak kita sendiri, sekaligus menemukan kesalahan yang ada. itu yang pertama.

yang kedua, saat kita sudah terlalu lama tidak pernah melihat masa lalu kita, lalu sekali kita menengok dan melihat lagi ke tempat dimana kita berpijak sekarang, pasti ada suatu perasaan bangga sekaligus lega terhadap diri sendiri, asal masih dalam kadar yang wajar. contohnya pas kelas 8 aku punya masalah A. lalu saat aku sudah seperti ini rasanya amazing gitu, ternyata masalahku bisa selesai.

ketiga, seperti apapun orang itu, pasti akan berubah, entah dalam bentuk yang lebih negatif atau positif.

ah, kelas sebelas...maaf ya, aku ga jadi pengen ballik ke kelas X, aku lebih suka menyambut masa depanku. sekarang adalah saatnya berjuang lagi dan terus. dan aku ingin melihat disaat ini dengan senyum saat nanti aku sudah berada di 5 tahun ke depan.

No comments: