April 29, 2012

tik tok tik tok

aku memandangi benda berwarna biru itu yang menggantung di kamarku. bertanya, bagaimana jadinya bila jarum itu berhenti sebentar saja, tetapi tentu saja bukan karena kehabisan baterai. bunyinya lucu...tik tok tik tok, hampir sama seperti sepatu kuda yang bunyinya lebih bervariasi, tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk.
jam dinding, yang dalam setiap harinya dia berdetik 86400 kali. selalu seperti itu, tanpa tahu kapan harus berhenti.
hmm, aku memang sedang membuang waktu untuk harga waktu.
lebih tepatnya, aku sedang menganalisa waktu.
waktu, yang kata pebisnis setara dengan uang. yang kata para pelajar setara dengan ilmu. yang kata anak-anak kecil setara dengan kegembiraan atau kata orang-orang lain yang juga menyetarakan waktu dengan sesuatu.
ah, bagiku ? aku masih belum menemukan..bisa jadi ketiga tiganya, bisa jadi dua diantaranya, bisa jadi hanya satu.

tik tok

 
lalu...aku ingat salah satu bacaan yang aku temukan, entah dimana tepatnya.
"bila kau ingin tahu betapa berharganya waktu, maka ikutlah denganku. akan kuajak kau bertanya pada seorang pelajar yang tinggal kelas untuk menyadari betapa berharganya waktu 1 tahun. kau juga dapat bertanya pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur untuk menyadari betapa berharganya waktu 1 bulan. bisa pula bertanya pada editor majalah mingguan untuk menyadari berharganya waktu 1 minggu.
kau masih belum puas ? baiklah...tetap ikuti aku.
bila kau butuh untuk menyadari nilai 1 jam, kau dapat bertanya pada sepasang kekasih yang sedang menunggu untuk bertemu.
untuk menyadari nilai 1 menit kau dapat bertanya pada seseorang yang ketinggalan kereta api.
untuk menyadari nilai 1 detik kau dapat bertanya pada seorang sopir bus yang memutar kemudinya untuk menghindari sebuah kecelakaan demi keselamatan penumpangnya."

ngomong ngomong waktu, harusnya sekarang aku mengangkat jemuran bajuku.

No comments: