akhir-akhir ini di jalan begitu banyak penjual bunga bertebaran. warna merah jambu menjadi dominan dimana-mana. cokelat begitu rupa tapi mahalnya juga berupa-rupa. boneka teddy yang peluk-able juga mendadak ikut berjajar rapi, padahal bukan latian baris berbaris. penyebabnya cuma satu : valentine.
meskipun situasi mendadak semarak penuh dengan tembak-tembakan (bener kan? tuh pada jadian) tapi menurutku orang yang paling keren adalah orang-orang yang justru sama sekali ga terpengaruh dengan huru-hara fana ini.
logikanya sih, orang yang enggak ikut-ikutan ngerayain valday itu bisa mikir jauh lebih rasional buat mengekspresikan perasaannya. karena menurutnya, kasih sayang enggak cuma harus diekspresiin cuma dalam sehari. enggak harus diwujudkan dalam bentuk bunga, cokelat atau boneka.
baginya, kasih sayang itu ialah bagaimana ia menjaga. menjaga hatinya, menjaga kesetiaannya, menjaga kehormatan dia sendiri dan juga orang yang ia cintai. ngapain harus kasih cokelat kalau ternyata perhatian itu lebih manis? kenapa harus kasih bunga kalau nyatanya tanpa bunga pun sudah bisa bikin hati berbunga-bunga? buat apa boneka kalau cinta juga sudah cukup menghangatkan tanpa harus memeluk?
baginya yang namanya cinta itu bukanlah diwujudkan dalam bentuk kata-kata manis yang terlontar seperti "i love you" atau "mau ga jadi pacarku?". karena baginya cinta itu bukanlah kata atau benda. cinta itu tak berwujud. cinta ada, tanpa wujud tapi bisa dirasakan. selama orang yang ia cinta merasakan kesungguhannya, ngapain harus susah-susah diwujudkan bahkan dilambangkan dalam bentuk hati?
orang yang seperti itu sungguh jauh lebih rasional, karena dia bisa menyederhanakan cinta. ia bisa menjadi seseorang yang tidak dikendalikan cinta. dia sudah waspada, karena cinta bisa membuatnya buta. padahal cinta di dunia kedudukannya fana.
jadi, ngapain harus ada valentine ketika rasa cinta dan kasih sayang bisa dihadirkan dalam keseharian?
No comments:
Post a Comment