November 01, 2012

veritas

tiba-tiba saja...
saat aku sedang tidak ingin mencari jawaban yang aku cari selama ini, dia muncul.
kenapa harus saat aku berhenti mencari?
kenapa bukan dari kemarin?

yang aku tau, ada sesuatu yang jatuh saat jawaban itu membisik di telingaku. sekejap saja melumpuhkanku.
aku bingung.....separuhku berteriak bahagia tapi separuh yang lain tergugu.

jawaban itu darinya...dan kali ini ada sebagian dariku yang tidak terima.
bila memang kebenaran itu berisiko, mengapa tidak dia katakan saja? harusnya dia tau semakin lama seperti ini pasti akan semakin buruk risikonya.

untungnya aku tidak seterlambat itu untuk menyadarinya. setidaknya aku tak lagi harus cengeng menghadapinya. bahkan aku tertawa. risiko itu juga bukan lagi masalahku. hanya saja, aku takut saat kenangan itu kembali berarus begitu saja dan aku terseret lagi ke dalamnya. yang pernah aku rasakan sih, itu sakit.

dan aku sudah lelah tersakiti, mungkin begitu juga dia.

kali ini aku hanya ingin menjelaskan padanya, semoga dia mengerti.
kali ini aku hanya ingin mengungkapkan segalanya, semoga dia menerimanya.
kali ini biarkan aku melepas luka lama, begitu juga dengannya.
semoga dia memahami, bahwa selama ini tidak pernah sesederhana itu.....



No comments: