June 09, 2012
psycopath ?
tiba tiba aku teringat satu momen. saat buber gen di tahun 2011 kemarin, tanggal 19 agustus.
sehabis ngerjain orang-orang di gen-ku, yang berulang tahun di bulan agustus, anak-anak kelasku membentuk liqo'. iseng-iseng aja sih, cerita seram dan tebak-tebakan jayus.
lalu Sasty berkata, "aku punya satu tebakan yang aku dapet dari orang psikologi. yang bisa jawab ini berarti ada gejala kalau dia psikopat.". liqo' semakin merapat, tanda semua orang penasaran. tidak terkecuali, aku.
seseorang, aku lupa siapa tepatnya, menyeletuk "berarti kepin bisa nebak nih.". suatu hipotesis yang terlalu dini.
" jadi ceritanya gini, ada seorang gadis di suatu negeri. Gadis tersebut adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Suatu hari sang gadis ini mendapat cobaan berat, yaitu ibu sang gadis tersebut meninggal dunia.". Sasty menghentikan cerita, semua menahan napas, semakin penasaran.
dia melanjutkan "gadis ini sedih sekali. besoknya, saat ibunya dimakamkan, gadis ini tanpa sengaja bertemu dengan seorang pemuda asing yang tampan, yang tidak dia kenal tapi pernah dilihatnya setiap acara pemakaman. gadis ini naksir pemuda tersebut, naksir banget pokoknya. tapi karena sibuknya acara pemakaman, dia gak sempat untuk menyambut sang pemuda. tapi ia lihat bahwa sang pemuda sempat bercakap-cakap dengan kakaknya. setelah itu, pemuda itu pergi begitu saja. si gadis merindukannya dan ingin bertemu lagi. seminggu kemudian, kakaknya ini meninggal"
semua bengong, disambung pertanyaannya Sasty, "kira-kira kenapa kakaknya meninggal ? dan siapa pelakunya ?"
Ghulam menjawab, "aku tahu, pasti dibunuh pria itu."
"salah." kata sasty, tambah bikin penasaran yang lain, yang juga masih mikir.
dan otakku mengulang kembali apa yang dia ceritakan, mulai menyusun segala kemungkinan yang ada. menggunakan logika atau berpikir secara kriminal, mungkin ?
"aku tahu !" tiba-tiba saja mulutku bersuara. aku melanjutkan,"pembunuhnya ialah si gadis itu, dia membunuhnya karena ingin bertemu si pemuda itu tadi. pemudanya datang di tiap pemakaman kan ? jadi gadis itu mikir gini kalau aku bunuh kakakku, berarti aku bisa ketemu pemuda itu di pemakaman."
semua hening. masih melongo.
"hmm, benar." kata Sasty tidak percaya.
giliran aku yang melongo. jadi ?
"Wi, kamu medeni. berarti kamu ada gejala buat jadi psikopat." kata dia dengan tatapan yang susah aku jelaskan.
lalu semua bising, hayoo kon wi.
setelah itu liqo' bubar dan meninggalkan aku yang masih tidak percaya.
lalu ada suara di otakku, masih gejala kan ya ? berarti belum tentu benar.
bisikan suara yang entah itu menghibur atau sekedar mengalihkan.
dari sepotong momen yang tiba-tiba muncul itu, sekarang aku jadi meringis sendiri. kalau aku punya gejala psikopat, berarti sudah ada berapa orang yang kubunuh saat aku stress atau depresi ? bukannya stress atau depresi juga faktor pemicunya ?
ah, yang perlu aku tekankan sekarang, itu sepenuhnya salah. mungkin ini akibat aku kebanyakan baca atau nonton film action dan science fiction, yang kadang mengharuskanku berpikir secara kriminal untuk memahami konspirasi apa yang sedang dimainkan lakon dalam cerita. kalau tidak, bagaimana aku mengerti jalan ceritanya ?
dih, kalau seperti ini, godaan untuk masuk jurusan psikologi semakin kuat. aku suka mempelajari manusia, kawan ! so, don't you ever run from me. i'm good person. i have no criminal note.
label:
another day,
awkward,
corat coret,
myself,
story
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
awakmu ancen psychopath wik,
iku gak iso diganggu guggat.
iyo kalo aku ketemu kon bas #bacok
yawis, follow blogku yo, bukaken bagian daftar bukuku. nang kono onok penawaran penjualan buku dalam dekapan ukhuwah + tanda tangannya salim a fillah.
mau ? bukak aje.
Post a Comment