"ga tau mbak"
"kalian ngapain disini ?"
"loh, justru kami yang mau nanya gitu mbak. mbaknya ikut OTR ?"
aku bingung lagi. OTR ? berusaha mengingat singkatan yang sinkron dengan OTR. oalah, akhirnya mudeng, Joer-V toh.
"jadi kalian mau OTR ?" tanyaku, gak penting
"iya mbak, ini nunggu mbak Ulin."
aku bingung lagi lagi.
"loh ? bukannya Ulin ngajak buat sepedaan sama ikasmanca, kok jadi OTR ?"
"oalah, mbak. gini loo, OTRnya itu emang bareng ikasmanca."
heaaaa, ulin gak bilang aku. lak yo --"
sedikit mangkel dan pada akhirnya, si Ulin dan Hesti telat, jadilah kita ditinggal ikasmanca dan gowes sendiri. tambah dongkol tapi tetep tabah.
lalu, setelah sampai di smala lagi, kami duduk duduk di pendopo besar, ngeliatin anak PasQ yang latihan buat lomba di smanix. melepas lelah sambil ngobrol ngalor ngidul.
tiba tiba hapeku bergetar, ada sms masuk, dari prelle. suruh jadi suporter pasQ katanya, HTM dibayarin. ga tak respon, gak ada pulsa. lalu Hesti di tilpun Aan, suruh jadi suporter juga. jadilah kami, minus Almira, pergi ke smanix.
beneran dibayarin ! kyaaaa~ pasQ baik sekali.
masuk ke smanix, disambut etak dkk yang ada di lantai atas. turunlah mereka semua ke bawah. aku melihat sekitar, rame juga. komentarku cuma segitu, karena aku beneran awam soal baris berbaris. taunya cuma kompak, jalannya bareng, gak ada yang salah menurutku udah bagus.
trus ada yang nyeletuk, "eh ide suporternya gimana nih ?"
di pikiranku saat itu ya suporter standar gitu, berdiri sambil ngasi tepuk tangan atau yel.
"duh, tinggal tepuk tangan aja repot." kataku dengan polos.
"yo gak bisa laaah, kita itu suporternya tampil di depan juri, kalo gak gitu nilainya dikurangi" kata salah satu, entah siapa.
"jadi maksudnya ?" tanyaku memastikan.
"ya, kita harus kayak mereka" *sambil nunjuk yang lagi tampil.
aku melongo, shock. ga sido wes ngomong pasQ berbaik hati dengan membayari tiket. *eh
intinya, yang dimaksud suporter ialah, kita harus tampil di depan juri dengan gerakan dan nyanyian semacam yel. sekali lagi TAMPIL. kurang isin yo opo iku. mana saltum lagi, aku pakai baju biru sedangkan DC sebenernya ialah merah.
"wes yo opo iki cara tampile ?" kata Aan.
"yowes, pacul ae, nyanyi smalane, KPB sambil sing itung itungan iku." kataku ngaco.
"itung itungan ? yo opo iku ?"
"halah, sing biasane nang DBL iku lho. siji tambah papat, limo, telu tambah loro limo, limo,limo,limo."
"oalah, yowes, pacul yo ?" kata Aan menyetujui. hal ini membuatku mengira bahwa Aan sedang koleng atau bagaimana sampai dia menerima usulku yang ngaco itu.
trus ada yang nambahi, pake formasi V di tengah lapangan, di tambahi teriak, "siap kami pasQ lima !". duh, disaster abis.
akhirnya, tampillah kami, bermodalkan nekat, spontanitas dan muka tebal. ah, bahkan aku sempat disconnect dr urat maluku.. --"
setelah tampil ? muka merah berasa udang rebus, malu bangeeet.
setelah kami, para suporter dadakan menggila, pasQ angkatan XX tampil. sangar juga, akhirnya aku ngerti kenapa Bianda segitu ngefansnya sama pasQ padahal yo sering liat mereka baris.
mereka selesai tampil aku pulang.
sampai di rumah aku bertanya pada diriku sendiri tentang kedua kejadian yang menimpaku hari ini, terjebak di dua SS yang aku gak ngerti apa apa.
sakjane, aku iki diperdaya atau terperdaya ?
No comments:
Post a Comment