March 11, 2012

si kembar

kali ini, ada sesuatu yang menggelitikku.
ya tentang si kembar.
akhirnya aku minta bantuan mbah google, buat mengenalkanku pada si kemba itu. si kembar yang akhir akhir ini selalu membuatku bertanya dan adakah kehadirannya dalam hatiku.
eits, ini bukan lagi soal cinta atau apapun itu sejenisnya. jangan su'udzon dong,

nama si kembar itu... izzah dan iffah.

apa itu ?

Izzah adalah kehormatan perempuan sebagai seorang muslimah. Sedangkan Iffah adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan menjadikan malu sebagai pakaian mereka.

lantas ? apa yang membuatmu gelisah ?

tahukah kau bahwa selama ini aku masih dalam masa jahiliyyah ? auratku masih terbuka, hatiku masih belum bisa lurus mencintaiNya, lisanku masih belum bersih dari umpatan, dan imanku masih compang camping.
aku sedih dan malu...
melihat kondisiku seperti ini, padahal nantinya akan dipertanggungjawabkan. aku sedih dan takut sekali, bila nanti akan dipertanyakan.
bagaimana aku bisa membuat bidadari cemburu bila seperti ini ?
aku belum menjaga si kembar dengan baik
izzah dan iffahku masih belum sepenuhnya terjaga, terhijabi dengan sempurna.
 
"Betapa banyak lintasan itu dalam hati kita, lintasan yang tak pernah diketahui orang lain. Bahkan tak sedikit orang yang menganggap kita adalah orang yang paling baik dan alim, karena penampilan kita terkadang memang sangat mudah dan memungkinkan untuk menipu"


pernah salah satu alumni SSKI datang ke smala, dan saat aku melihatnya, aku bertanya pada diriku, "bisakah aku seperti dia ?"
menjadi seorang akhwat yang sejati.
bukan hanya memakai jilbab panjang atau rok yang lebar, tetapi bagaimana kedewasaan dibalik pakaian tersebut.
bukan hanya dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.
bukan begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
bukan bagaimana dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
bukan dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

 dan...bagaimana aku sekarang ?
cermin yang biasa kupandangi di setiap hari

sekali lagi membiaskan bayangan diri

wajah ini hati ini tempat sgala rasa bermula

kan indahkah akhir sgala kita



apakah diriku ini kan bercahaya bersinar
di syurgaMu menatap penuh rindu


ataukah diriku ini kan hangus legam terbakar
dalam nyala di neraka membara




sungguh berbeda yang nampak dan yang tersembunyi
 hanya kepalsuan menipu topeng belaka


jiwa ini tubuh ini hati yang merajai diri
tlah bersalah hambaMu melangkah


kemanakah diriku ini berakhir di surga atau di nerakaMu

aku takkan mampu ampuni hamba sebelum akhir waktu
(Cermin tak pernah berdusta, Haris Syafik (Star Five))

  
"ini bintang 'iffah
ini bintang 'izzah
Letakkan keduanya dalam langit hati kita,didampingi awan cinta pada-Nya,agar menjelma kekuatan luar biasa..yang mengokohkan tapak-tapak kita sebagai muslimah. tapak-tapak yang lembut namun tetap bersahaja dan terjaga kemuliannya..."

renungkan apa maksudnya



bismillah..Ya Rabb, sekali lagi, bantu aku meraih cintaMu dengan menjaga 'si kembar'

No comments: