July 21, 2011

tribute to smala...

"selamat datang generasi hebat calon pemimpin peradaban"

spanduk itu, terpampang lebar seolah ingin siapa saja yang lalu lalang di depan sekolah ini mengetahuinya. dan disinilah aku, bersiap mengahadapi PERISAI 2010. bangga, akhirnya, setelah perjuangan selama ini, terbayar sudah, aku masuk SMA yang sangat aku inginkan. "sekolah ini hebat, berbeda, dan sekarang aku menjadi bagian dari almamater ini. apa yang akan terjadi selanjutnya ?" pertanyaan itu bergema di otakku. bahkan saat para mbak mas itu membentakku pikiran itu masih ada di otakku, dalam keadaan tertekan itu aku masih tersenyum menanti kejutan apa lagi yang akan diberikan mbak mas ini, sehingga aku masih bisa berpikir positif terhadap semua ini. "masuk SMA ini semua pilihanku, ini juga sudah jadi resiko untuk menjadi yang terbaik. mbak mas ini pasti memiliki suatu maksud khusus dengan niat yang baik. mungkin pedoman untuk survive di smala adalah dengan melalui ini semua bukan ?" batinku saat itu. 2 malam tidak sempat tidur, tapi toh aku bertahan kan ? meski awalnya dalam keadaan terpaksa, tapi suatu saat di kehidupan smala aku akan menjalaninya lagi.

dan terbukti saat aku menjalani kehidupanku di smala, aku bertahan ! semua itu tidak sia sia. aku masih bisa bertahan di kala aku sedang gila untuk mengikuti berbagai diklat, kepanitiaan dan SS. LDKMS V, smalacup, S2LC, aladin, pararela, perisai dan lainnya. mengeluh ? sering kali tentunya, tapi keluhanku tidak akan kubiarkan menjadi rasa pesismis, saat aku mengeluh maka saat itu aku sadar apa yang harus aku perbaiki, tetap optimis. smala mengajarkanku menjadi seseorang yang optimis. selama 1 tahun di kelas X, aku benar benar merasakan perbedaan mulai dari tata caraku bersikap, bergaul bahkan beribadah.

perbedaan itu, Alhamdulillah lebih ke arah yang positif. dan sekarang aku menyadari bahwa benar smala tidak hanya sebuah tempat untuk memperoleh akademis saja, tetapi lihatlah, disini juga merupakan sekolah kepribadian. sebuah kepribadian yang mungkin dimiliki oleh para pemimpin bangsa ini. sekolah ini tampak semakin hebat dengan kepribadian yang ada pada murid muridnya. selain itu, ada sebuah hal yang benar benar aku rasakan disini. rasa kekeluargaan yang erat. terasa sekali pada saat awal pertama kali aku masuk di kelas X8 aku sudah dikenalkan oleh sistem generasi yang hanya ada di sekolah ini, bukan sekolah lain. disini aku bisa dekat dengan mbak mas gen ku melalui berbagai acara yang memang sudah tradisi turun temurun. sebenarnya aku sudah tahu dengan semua ini dari kakak sepupuku, tapi entah mengapa feelnya begitu berbeda dengan awal perkiraanku. melalui TG, cheerliar, Buber dan lainnya. lihatlah, betapa khasnya. "SMALA TIDAK BUTUH ORANG EGOIS, INDIVIDUALIS !" tiba tiba bentakan mbak mas perisai bergema lagi, kali ini untuk menyadarkanku bahwa memang inilah smala dengan semua elemen yang menyatu. disini, bukan individu saja yang diperlukan, tapi sebuah kelompok yang solid juga. nyata, kenyataan saat aku melihat kondisi kelasku sekarang yang benar benar membaur.

dan sekarang...saat aku di kelas XI aku masih takjub, terheran heran dengan semua yang aku pelajari di smala. YA ! smala itu berbeda ! aku bisa belajar menjadi seorang murid yang menimba ilmu, menjadi organisatoris yang bisa mengatur event, sekaligus menjadi seorang yang mencoba untuk bertingkah laku yang baik dalam satu tempat ini. ibaratnya, disini smala adalah sebuah paket komplit yang biasanya disuguhkan di restoran fastfood. semua yang aku cari ada disini. rugi kalau aku tidak memanfaatkannya.
bahkan saat aku sudah memakai label kuning di lengan kananku, aku masih terpesona dengan semua yang ada di smala. masih haus akan semua ilmu dan motivasi yang di berikan oleh semua elemen sekolah ini. ya, semua elemen, tidak hanya guru. mbak masku, teman temanku, adik adikku, bahkan pak bon yang ada di smala ! tidak hanya dengan duduk manis di kelas mendengarkan penjelasan guru, tetapi disini aku bisa juga bersosialisasi dan meningkatkan soft skill. aku semaakin mencintai almamater ini.

"aku beruntung dan bersyukur bisa masuk smala" kalimat ini bukan hanya aku saja yang pernah mengucapkannya. sering kali aku mendengar dari smalane yang lainnya. dan kalimat itu bukan semata terlontar begitu saja, tetapi semua itu datang karena banyak yang telah merasakan betapa ajaibnya smala.

"jangan pernah berpikir apa yang telah smala berikan untukku, tapi berpikirlah bahwa apa yang telah kau berikan untuk smala" mungkin awal masuk smala, pertama kali mengikuti kepanitiaan yang ada di otak adalah inilah kontribusi pertamaku untuk smala. berbekal hanya nekat 'kontribusi' tetapi pada prosesnya semua itu berubah menjadi tekad untuk memberi lebih banyak lagi. itu karena apa saat kita memberi maka kita akan menuai hasilnya apalagi saat kita lakukan semua itu dengan ikhlas. rasakan saja setelah ini. berlelah lelahlah, karena manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

apalagi saat aku menyadari apa makna sebenarnya dalam lagu Mars Smalane dan Kami Pemimpin Bangsa, aku semakin mengagumi bagaimana diri seorang smalane sejati. pernah aku menyanyikan Smalane dengan penuh penghayatan, seketika aku menangis dan semakin termotivasi untuk menjadi seorang smalane seperti yang disebutkan dalam bait lagu itu. lalu saat tugasku menumpuk, semangatku kendor, seseorang pernah berkata padaku via chat FB, nyanyikanlah lgu KPB, aku pun bernyanyi dan entah, secara ajaib bagai mantra, aku bersemangat kembali bahkan lebih. amazing

smala, mungkin saat ini aku dan angkatanku dalam proses untuk siap memegang amanah yang akan diberikan kepada kami semua. sophomore phase ? inilah saat demigod untuk bisa jadi olympians. semoga saja aku termasuk salah satunya, karena aku ingin memberikan yang terbaik untuk almamaterku karena apa ? apa yang aku berikan untuk smala akan menentukan generasi smala 20 tahun lagi :)

post ini khusus aku tulis buat smala karena aku telah mengalami banyak hal ajaib disini, banyak sekali. thanks smala !



smalane, suci dalam pikiran
smalane, benar jika berkata
smalane, tepat dalam tindakan
smalane, dapat dipercaya.

Subhanallah smala :)

RYPNOTRIP \m/

No comments: